Benyamin Biang Kerok (2018) adalah film komedi fiksi ilmiah modern yang merupakan remake dari film klasik dengan judul yang sama. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini dibintangi oleh Reza Rahadian sebagai Pengki, seorang pemuda Betawi kaya namun usil yang diam-diam berperan sebagai agen rahasia berteknologi tinggi untuk menyelamatkan lingkungannya dari penggusuran. Film ini tampil berbeda dari versi klasik tahun 1972 dengan menghadirkan berbagai perangkat mata-mata canggih, termasuk topeng prostetik realistis yang mengingatkan pada waralaba Mission: Impossible.
Dua penyamaran utama menggunakan topeng prostetik yang dikenakan Pengki dalam film ini adalah:
Penyamaran sebagai Tora Sudiro: Pada adegan pembuka film, Pengki menyusup ke kasino ilegal milik seorang bos mafia dengan mengenakan topeng prostetik realistis yang membuatnya tampak persis seperti aktor Tora Sudiro. Penyamaran ini memungkinkannya menyabotase kasino dan memenangkan uang dalam jumlah besar tanpa terdeteksi, hingga akhirnya ia melepas topeng tersebut secara dramatis, mengejutkan penonton dan mengungkap identitas aslinya sebagai Pengki yang diperankan oleh Reza Rahadian.
Penyamaran sebagai H. Qomar (Said): Dalam misi penyusupan berikutnya, Pengki menggunakan topeng prostetik yang dibuat menyerupai Said, bos utama mafia yang diperankan oleh H. Qomar. Dengan mengambil alih identitas dan wajah Said secara meyakinkan, Pengki berhasil menyusup ke lingkaran dalam mafia untuk memperoleh bukti penting dan menyelamatkan Aida, wanita yang dicintainya, sebelum penyamarannya akhirnya terbongkar oleh Said yang asli.
Keterlibatan Tiga-D dalam proyek ini:
Face Mask karakter Tora Sudiro.
Face Mask karakter H. Qomar.









